Sistem tester aki pada umumnya adalah dengan mengetahui tegangan/voltase aki pada saat mendapatkan beban maksimal. Pada tester tersebut terdapat alat beban tiruan. Nah kali ini kita tidak akan membuat beban tiruan tetapi menggunakan beban yang sesungguhnya. Pada kendaraan bermotor biasanya kapasitas aki disesuaiakan dengan dengan peralatan yang membutuhkan listrik. Listrik yang dibutuhkan disuplay dari aki dan atau generator/dinamo isis. Nah pada saat kendaraan mati maka satu-satunya suplai adalah aki, nah kondisi inilah yang kita manfaatkan, yaitu dinamo starter sebagai beban utama aki.
Alat yang harus disediakan adalah voltmeter atau lampu indikator yang sudah disesuakan dengan nilai tegangan yang beracuan voltmeter. Voltmeter tersebut kita pasang dengan polaritas + pada + dan - pada -. Sebelum tombol start kita tekan perlu kita lihat dulu voltasenya, setelah itu kita start 2-3 detik sambil kita cek nilai voltase yang dihasilkan. jika voltase aki terbaca:
- 5 s/d 9,2 volt pertanda aki kondisi sudah sangat buruk
- 9,3-9,9 volt sedang
- 10-10,9 volt bagus
- 11-11,5 volt sangat bagus
Nah sekarang coba kita cek aki masing-masing, jika perawatan sudah kita lakukan sampai mengganti air aki dan sebagainya masih tetap buruk maka sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda beli aki baru. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar